Pengalaman Dipanggil Kerja Oleh AXA Mandiri



Setelah sekian lama ingin menuliskannya, baru hari ini jari jemari saya sempat untuk menceritakan pengalaman dipanggil kerja oleh AXA Mandiri. Jadi ceritanya, sekitar awal November 2017 kemarin saya menerima sebuah email yang isinya adalah tahapan awal tes untuk seorang Financial Advisor. 


Begitu membaca isi emailnya saya bertanya di dalam hati,”Apa itu Financial Advisor? Dan perusahaan apa pula itu AXA Mandiri?”Kalo Mandiri sih saya tahu. Mandiri itu mandi sendiri, eh bukan, Mandiri itu maksud saya adalah sebuah BANK di negara Indonesia tercintahh ini.

Sebagai pengangguran tanpa skill , yang mencari kerja melalui aplikasi jobstreet, bikin akun lalu apply sebanyak-banyaknya, pas ditelepon lupa yang tadi nelepon perusahaan apa ya, akibat apply CV dengan cara membabi buta,hadeuhh.

Maka begitu mendapat panggilan untuk tes tahap pertama melalui email, sayapun langsung mengecek history di aplikasi jobstreet saya. Setelah saya obrak abrik, ternyata saya tak menemukan jejak yang menandakan bahwa saya pernah memasukkan lamaran ke perusahaan AXA Mandiri.

Saya jadi ingat kalau beberapa hari sebelumnya saya menghadiri jobstreet bersama seorang teman yang diadakan disebuah gedung di depan rumah sakit mata Cicendo.Saya ingat-ingat, apa ada stand AXA Mandiri saat saya menghadiri jobstreet, tapi seingat saya sih nggak ada. 

Yasudahlah, mungkin saya pernah apply melalui aplikasi jobstreet tapi  terhapus otomatis. Karena katanya aplikasi history di jobstreet terhapus sebulan sekali.

Saya harus datang ke daerah buah batu, yang saya tahu kemudian bahwa disanalah Regional Office AXA Mandiri di Bandung. 

“Datanglah menggunakan kemeja rapi,” ini sih sudah biasa pikir saya. “Bagi pria, wajib pakai dasi,” apaaa? Inilah yang tidak biasa bagi saya. Pertama, saya tidak punya dasi.Kedua, saya tak tahu cara memakai dasi.

Tapi saya nggak mau lebay. Hanya karena disuruh pakai dasi, lalu guling-guling di alun-alun hingga gantung diri di dalam kamar. Sebagai orang yang solution oriented (cielahh) maka saya langsung meminjam dasi ke tetangga. 

Saya minta tolong pada mamak saya agar meminjam kesebelah, kalau saya malu, gengsi, masa tampang sudah mirip  Song Joong Ki gini minjem-minjem. Singkat cerita, saya ikatlah dasi itu di antara kerah baju saya pada hari yang ditentukan.

Dengan menunggangi motor Vega Zr yang tak sesuai dengan tampilan, saya susuri jalanan hingga akhirnya sampai pada tempat yang dimaksud. 

Begitu tiba, saya diantar oleh satpamnya menuju sebuah ruangan, dan ternyata di dalam sudah cukup banyak orang yang menunggu. Namun bukan generasi X ber-gen Y namanya kalau datang dengan kehampaan informasi.

Sebelum datang, saya sudah mencari informasi tentang AXA Mandiri di Google, dan hasilnya? 100% negatif! Ternyata, AXA Mandiri adalah sebuah perusahaan asuransi, dan dari semua tulisan yang saya baca tak satupun ada yang membuat saya ingin bergabung di perusahaan itu.


Semua tulisannya berisi kesaksian buruk saat menjadi seorang Financial Advisor di AXA Mandiri. Memang itu tulisan lama sih, rata-rata tulisan yang dipublish pada tahun 2012-an. 

Saya baca bagaimana gaji pokok akan dipotong 20% kalau tidak achieve target. Saya baca bagaimana RSM (Regional Sales Manager) bakal mencaci maki si Financial Advisor kalau tidak ada closing (case count atau pembukaan polis baru). Bagaimana hati saya tak menjadi ciut membaca informasi yang horor begini?

Tapi karena saya orangnya penasaran, maka sayapun datang, tentu tanpa sukacita seperti kebanyakan pengangguran yang berkesempatan memperoleh pekerjaan. Maka sayapun menjalani tes tanpa usaha untuk diterima.Pasrah gitulah.

Diterima syukur, nggak diterima syukur juga. Waktu itu seingat saya ada sekitar tiga puluh orang yang datang. Kami pun melakukan psikotest, dan seingat saya hanya sepuluh soal. Setelah itu langsung interview dengan ASM, RSM atau recruitmen, saya lupa.

Tapi karena interviewernya belum datang, yasudah, setelah psikotes saya dan yang lain nunggu-nunggu dulu. Saya pun ngobrol dengan beberapa orang. Saat tengah ngobrol seorang Financial Advisor datang menyerahkan dokumen dalam amplop ke seorang security.

Kebetulan waktu itu kami ngobrolnya dekat pos security. Kami pun bertanya-tanya pada Financial Advisor yang sudah lima tahun bekerja di AXA Mandiri itu.

“Ya dari kerja disini saya bisa punya rumah, bisa beli mobil....”

Dari semua obrolan, kalimat inilah yang selalu saya ingat. Seperti setetes air ditengah padang pasir, seteguk air es ditengah dahaga. Pernyataan ini cukup membuat saya makin penasaran.

Walau belum cukup membuat saya termotivasi. Pembicaraan pun berlalu, Financial Advisor tersebut pergi. Dari omongan beberapa teman yang mengikuti tes, saya juga mendapatkan informasi kalau bekerja sebagai seorang Financial Advisor di AXA Mandiri itu bisa memiliki pendapatan besar. 

Entah dari mana mereka memperoleh informasi itu. Yang jelas, untuk membuat saya tetap waras segala informasi saya telan saja, moga-moga bisa memberi saya semangat dan pencerahan.

Saat itu memang saya tengah gundah gulana (ceilah bahasamu Bor). Karena kesalahan sendiri saya tak bisa mengikuti seleksi CPNS 2017 gelombang dua. 

Kesalahan administratif yang saya lakukan membuat saya tak bisa mengikuti tes. Memang sih kalaupun ikutan tes belum tentu lolos. 

Tapi tetap saja, bayangan siapa tahu saya bisa lulus tes dan bisa jadi PNS membayang-bayangi dan memukul mental saya. Membanggakan orang tua adalah hasrat yang begitu kuat, hasrat yang bercokol pada harapan saya menjadi PNS ketika itu.Ditambah, saya bukanlah seorang “petarung” dalam dunia kerja. 

Itu sebab, pekerjaan jadi seorang sales selalu saya hindari. Dulu saya pernah diterima kerja di semen Holcim, gaji cukup besar, tapi pada hari pertama kerja saya tidak datang. Saya menghilang begitu saja tanpa kabar berita.

Saya lebih suka sesuatu yang stabil. Misalnya jadi staff, dan bagian administratif lainnya. Walaupun sebenarnya semua pekerjaan memiliki target. Tak ada pekerjaan yang tak ditarget. 

Tapi target menjadi seorang marketing dan sales itu berbeda, itulah yang saya rasakan. Ketika itu saya berharap mendapatkan pekerjaan yang mendukung hobi menulis saya. Di  media misalnya. Atau, mendapatkan pekerjaan yang santai sehingga saya bisa banyak menulis. Hingga saya bisa menyelesaikan naskah-naskah saya.

Tapi itu dulu, setelah mengikuti training di AXA Mandiri mindset saya berubah total. Nanti pada artikel selanjutnya akan saya ceritakan kok bisa training di AXA Mandiri merubah pola pikir saya.

Kembali pada saat saya mengikuti tes di AXA Mandiri, setelah menunggu beberapa lama, waktu untuk interview pun tiba. Satu persatu kami dipanggil untuk melakukan wawancara. 

Tibalah giliran saya. Setelah memperkenalkan diri saya ditanya apa yang saya lakukan selama menganggur.Memang saya baru menganggur sekitar dua bulan saja, karena sebelumnya saya bekerja sebagai auditor di sebuah perusahaan distributor.

Saya jawab kalau saya membantu orang tua dan menulis. Lalu saya disuruh menjelaskan apa yang saya ketahui tentang AXA Mandiri, karena sebelumnya sudah membuka web AXA Mandiri dan membaca informasinya di Google, sayapun mampu menjelaskan secara singkat apa itu AXA Mandiri. 

Saya bilang kalau AXA mandiri adalah perusahaan asuransi meliputi, jiwa, kesehatan, mobil, kartu kredit dll. Lalu si penanya menjawab, kita tidak ada asuransi kartu kredit, mobil, blablabla.

Tapi di web AXA Mandiri ada jawab saya. Berarti itu divisi lain pikir saya dalam hati. Benarlah si bapaknya menjelaskan bahwa divisi yang saya masukin ini fokus pada asuransi jiwa, kesehatan dan investasi.

Setelah itu saya diminta untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan diri saya. Sebenarnya sih saya ini sudah perfect, tapi karena takut dicap sombong maka saya jelaskan saja bahwa saya orangnya agak gampang bosan dan....saya mikir keras mikir apa sih kekurangan saya, ternyata tak ada.Saya tampan penyabar dan lembut. 


Lalu saya diminta menjelaskan kelebihan saya. Kalau saya jawab saya jago mancing nanti tidak relevan dengan pekerjaan yang saya lamar. Maka saya jawab saja kalau saya orangnya tenang, dan percaya diri. 

Mungkin karena jawaban terakhir inilah (atau mungkin karena senyum manis saya) akhirnya beberapa hari kemudian saya dinyatakan lulus tes dan berhak untuk mengikuti tes tahap selanjutnya,  yaitu tes kesehatan. 

Tes Kesehatan & Tantangan Ke Jakarta

Setelah mempersiapkan berbagai dokumen hingga foto Full Body terbaru, sayapun melakukan medical check up di Lab BioFit jl.Wr.Supratman 69 Bandung.Ouh ya, kalau bukan karena AXA mungkin saya tak akan pernah punya foto full body (hura-hura hura).

Dulu sempat saya mau foto full body, waktu itu saya pengen melamar jadi model. Tapi melihat wajah saya yang berminyak, saya tunda dulu niat saya itu. Akhirnya saya beli Ponds Men dan fokus mengikis lapisan minyak di wajah.



Begitu sampai di BioFit, sayapun bertemu teman-teman yang lulus tes. Karena tahu harus mengikuti basic training di Jakarta, ada beberapa teman yang mundur. 

Saya tak tahu apa alasannya. Tapi kalau mereka tahu keseruannya, juga enaknya menginap hampir sebulah di hotel, pasti mereka akan berpikir ulang untuk mundur. Setelah melakukan tes kesehatan, kamipun bertukar nomor WhatsApp lalu membuat group. 

Ouh ya, saya kepikiran kenapa tangan kanan saya tak mau mengeluarkan darah saat akan diambil oleh si mbaknya. Saat saya tanya katanya anunya kecil. Saya lupa apanya yang kecil. Istilah kedokteran gitulah. 

Akhirnya jarum suntik menusuk tangan kiri saya, barulah darah keluar. Darah yang masih begitu suci. Beberapa hari kemudian saya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti basic training di Jakarta. 

Karena saya tak terlalu tahu daerah di Jakarta, maka keputusan untuk berangkat bersama adalah yang terbaik. Kamipun menyewa mobil travel. 

Dengan membawa beberapa lembar rupiah, kemeja, setrika, hingga kispray yang tak satupun saya pakai saat di Jakarta, karena di hotel ada laundry gratis,  petualangan untuk menjadi seorang Financial Advisor pun dimulai. Bagaimana perasaan saya ketika itu? Akan saya ceritakan pada tulisan selanjutnya..

Jika ada pertanyaan silahkan komen di kolom komentar channel youtube saya, saya akan jawab sebisa saya.Jangan lupa di subscribe ya






Baca Juga

Comments

yang tentang pas waktu training ceritanya mana gan ?
ada gan coba di cek tulisan saya selanjutnya
kartika djp said…
Mas ceritain pengalaman wkt deploy dong, ada niat pgn coba jadi fa.. Email ke ak juga boleh kartika.djp@gmail.com
ntar aku bikin aja artikelnya kalo sempet ya..tp pada intinya si kita tinggal di mes disana mbak..kalo saya dulu di hotel,karena tabrakan sama batch sebelumnya..kurang lebih satu bulan..seru kok..trainernya baik2,makan dikasih,ntar pas udah deploy uang saku diganti...gak rugi deh ikutan training di axa mandiri..

nah kalo soal trainingnya sendiri itu ya kayak biasa aja,ngenalin produk..soft skill,mental,dll...ntar tiap sore ada tes tertulis..bisa contek contekan kok,pinter2 gaul aja sama temen..yg penting rajin masuk sama sikap kita baik,pasti deploy,pasti lulus mbak..kalo ada yg kurang silahkan ditanya lagi
Wicha Lardita said…
Berapa lama waktu mulai dari tes pertama sampai akhirnya training?
Dan berapa kali tahapan interview?
tes interview di daerah hanya sehari..nunggu tiga hari terus diinfokan lolos atau tidaknya lewat sms dan email..setelah itu tes kesehatan sehari dan itu gratis..nunggu 1 hari habis itu diinfokan,kalo lolos langsung beberapa hari kemudian berangkat ke jakarta..semua akomodasi ditanggung alias diganti.
ouh iya trainingnya udah sekaligus tes lanjutan di jakarta itu sebulan.disediakan tempat tinggal
Di artikel yang lain gan ada
Unknown said…
terima kasih atas waktu buat sharingnya :)
Anonymous said…
Mas di AXA Mandiri ada tahan ijazah tdk?
gak ada penahanan ijazah kok
Asakura Agung said…
Tunjangan nya apa aja gan ? Dan apakah kalau tidak sesuai target masih di potong 20% ?
@asakura, tunjangannya berupa asuransi kesehatan, dan gaji lebih buat FA yg levelnya udah di atas fa biasa gan
untuk fa new iya, untuk fa mature alias yg udah 1 tahun gk ada pemotongan
Kurnia Winda said…
Hallo gan.. ini gue dapet undangan psikotest di axa tower Kuningan hari Senin besok, tapi berupa SMS nih. Kira kira hoax ga ya dan mau nanya juga financial advisor itu jadi sales ya?
Terimakasih sebelumnya tolong dijawab gan 😊
halo kurnia kalo emang ngerasa pernah masukin lamaran berarti gak hoax, apalagi langsung di axa tower ,emang disana kok.iya jadi financial advisor itu kayak sales juga
alif Apriana said…
Halo gan, besok ada panggilan buat ke AXA mandiri di kuningan, testnya apa aja ya kalo boleh tau Hehe Mohon infonya
tesnya formalitas aja bro kayak psikotesnya, yang penting itu pas sesi wawancara. pertanyaannya pasti random, tapi yang penting pede sama terlihat antusias aja gan, pasti lolos
Unknown said…
Bang kalau di bagian bisnis konsultan gimana tuh bang? Gaji pokok gak? Apa beda?
Bovideo said…
@unknown bagian konsultan maksudnya gimana ya? bagian corporate maksudnya?
Kurnia Winda said…
Oke terimakasih jawabannya :)
Aullya Ridwan said…
Halo bang numpang tanya ya. Aku udah lakuin interview, psikotest, mcu. Tapi sampai sekarang belom diinfokan lagi. Apa kirakira ga lolos ya? Terimakasih
Bovideo said…
sudah berapa lama dari tanggal mcu nya sampai hr ini?
Meindya Agung said…
Ak jga blom dikabarin.uda 3 hr yg lalu
Aullya Ridwan said…
Kamis kemaren baru interview hrd via telfon bang. Proses recruitment nya emang lama? Aku juga liat malah buka recruitment lagi di beda job website.
Opini bang bo said…
biasanya sebentar sih, kalo aku langsung interviewnya.Habis itu semingguan langsung terbang ke jakarta.Rmang perlu banyak biasanya karena mainnya batch
Aullya Ridwan said…
Oh begitu. Biasanya per batch ada brp org cfa?
rata2 di atas seratus orang
shintia said…
hai kak. mau tanya. susah gak kerja sebagai seorang financial advisor AXA Mandiri? penuh dengan tekanan harus mencapai target gak?
Opini bang bo said…
relatif sih ya, tergantung.ditempatkan di cabang yg rame atau enggak, kalo d cabang rame sih gampang.tekanan sudah pasti ada
Yeyen Luvi said…
Aku belum lama ini apply job bagian staff admin health claim dan dpat balasan via email suruh submit data2 lain..karna aku penasaran eh kesasar di blog ini 😆
Farid Husaini said…
Maaf bang ,intinya financial advisor itu kerjanya nyales apa enggak bang, nyari nya keluar ya bukan di kantor aja?
Opini bang bo said…
iya intinya sales.Nyarinya di dalam kantor , dikasih referal sama CS Atau teller BANK dll.
Siang mas, aku boleh sharing tentang tes psikotes axa mandiri? Tips untuk bisa lolos di tahap tes psikotes? Terima kasih sebelumnya
Opini bang bo said…
hai mbak nur, psikotes justru g penting, yg perlu tuh pas wawancara atau tahap interview
Unknown said…
Pertanggal 6 February nanti saya training pertama bg, mau nanya, kesulitan selama training apa ya? Apa bener bakal banyak yg gk lulus? Khususnya ujian akreditasi dan AAJI? Mohon di jawab ya.. Maksih
Unknown said…
Saya batch 191 btw☺️
Alfiyah said…
Saya training tgl 6 februari batch 191 , mau tanya kalo training kan tahan ijazah kalo ga lulus apa ijazah langsung dibalikin atau ujung2nya disuruh bayar?
Opini bang bo said…
Trainingnya mudah.kayak perusahaan pd umumnya.Yg penting mau mengikuti dan sikap di kelas baik.Tidak ada penahanan ijazah atau membayar
Unknown said…
Mas sya mau tnya, sya sudah psikotest tapi kygnya ada yg kelewatan gak saya jawab😭 apa itu nnti pengaruh kak hasil psikotestnya buat ke tahap selanjutnya
kyaknya enggk sih, yg ngaruh pas interview
Kak mau nanya, suka ada yang gagal di bagian MCU ga?
Opini bang bo said…
rata2 setauku lolos
Anonymous said…
Kak, mau nanya waktu kakak tes emang ada tes onlinenya kah, aku sebelum mcu kemarin ada tes online di pandu langsung dan aktif oleh sales recruitment axa by wa n by email.. Sewaktu tes online ada diberikan panduan video agar bisa mengerjakan tes online, nah sebelum mengerjakan tes online ada disuruh isi data n upload beberapa file seperti cv n ktp dan sampailah ke tahap isi data fungsi pekerjaan (spesialisasi dan fungsi pekerjaan) dipilihannya banyak banget kak, jadi saya inisiatif nanya ke ibu sales recruitmentnya disuruh isi sesuai panduan video yang beliau kirim jadi saya isi spesialisasi finance-audit/taxation dan fungsi pekerjaannya auditing.. Saya mau nanya kak, apakah itu berpengaruh nantinya ya kak??..
Opini bang bo said…
ouh beda bagian ya, bukan buat sales.Pasti ngaruh, tp gpp ikutin aja instruksinya
This comment has been removed by a blog administrator.
This comment has been removed by a blog administrator.
Selamat siang, saya april kebetulan kemarin baru walk in interview FA AXA Mandiri syariah. Info dong kak, setelah walk in interview apa ada tahapan interview dengan hrd? Makasih
Boris Toka Pelawi said…
siang juga April.Setelah walk interview, setahu saya kalau lolos langsung medical check up.Kalau lolos langsung terbang ke jakarta untuk training.Jarak antara tahap satu dgn tahap selanjutnya kurang lebih satu minggu setahu saya.demikian.

yang interview biasanya bukan hrd, tapi area sales manager
Selamat sore , maaf mau nanya di axa mandiri apakah diterima yg minimal umur 25 tahun?
Btp said…
nggak ada masalah si dengan umuR.yg penting pendidikan minimal D3

Popular Posts

RECENT POST