Benarkah AXA Mandiri Menipu Nasabah?

Jika kalian merasa artikel ini bermanfaat, dan ingin membaca tulisan saya yang lain silahkan mampir pada link di bawah ini ya

https://www.kompasiana.com/tokapelawi



kalian akan menemukan artikel bermanfaat lain tentang dunia kerja dan hal-hal lain yang mungkin kalian rasa berguna...terimakasih.
-------------------------------------------------------------

Saya pernah menghadapi beberapa nasabah yang menutup polis AXA Mandiri karena membaca beberapa pemberitaan negatif seputar AXA Mandiri.Sayapun bertanya pada nasabah yang ingin menutup polisnya tersebut,"Memangnya yang bapak/ibu baca apa?"


Jawabannya beda-beda, 

Ada yang membaca kalau nilai investasinya tak sesuai dengan yang dijanjikan

Ada yang merasa uangnya bukannya bertambah tapi malah berkurang

Ada yang merasa proses pencairan ataupun claimnya dipersulit
dan berbagai macam alasan lainnya (silahkan cek sendiri di Google)

Karena membaca pemberitaan dan berbagai kesaksian negatif tersebut merekapun memutuskan untuk menutup polisnya.Tentu saya tak langsung mengiyakan, dan tanpa babibu langsung memberikan formulis penutupan polis pada nasabah-nasabah tersebut.

Minimal saya luruskan dulu apa yang sebenarnya terjadi, sekaligus menjelaskan faktor-faktor apa saja yang membuat nasabah merasa ditipu (atau mungkin benar-benar ditipu).

"Kalau dicek di Google, semua juga ada.Coba cek kesaksian jelek tentang Prudential dan berbagai perusahaan asuransi lainnya Pasti ada."Begitu selalu jawab saya pada nasabah-nasabah yang merasa ketakutan karena membaca kesaksian negatif seputar AXA Mandiri dari mbah Google.

Kalo teman saya sih bilang itu hanya kesaksian palsu yang dibuat oleh perusahaan asuransi lain agar nama AXA Mandiri menjadi jelek.Tapi saya sih nggak berpikir sejauh itu ya, karena hal itu bisa saja memang benar-benar terjadi.

Karena aktivitas jual beli di dunia asuransi itu memang rentan merugikan nasabah disebabkan penjual atau agen yang tidak jujur demi mengejar target.Yang penting closing, Bonus besar, maka cara yang tak jujurpun banyak dilakukan.

Lalu saya jelaskan lagi,"biasanya nasabah yang dirugikan atau merasa dirugikan itu penyebabnya adalah kesalah pahaman atau memang kesalahan yang disengaja oleh si penjual asuransi dengan tidak menjelaskan secara detail produknya atau tidak mereferensikan produk yang tepat pada nasabah.

Nasabah ingin investasi malah disisipkan manfaat proteksi kesehatan oleh si penjual asuransi misalnya.(nanti saya coba jelaskan hal yang harus diperhatikan saat membeli produk asuransi)  

Setelah itu sayapun langsung memeriksa buku polis si nasabah dan menjelaskan manfaat serta keuntungan yang dia dapatkan.Siapa tahu pada pembelian pertama tidak dijelaskan secara detail dan tepat.

Kenapa saya tertarik melakukan hal di atas? Bukan karena gaji saya nambah, atau saya ini cinta mati sama AXA Mandiri.Tapi buat saya pribadi,sebenarnya tidak ada produk asuransi yang jelek.

Produknya nggak salah.Tapi cara manusia menjelaskan dan menjual produk itulah yang tidak tepat.Saya percaya, sebuah produk itu diciptakan untuk menjawab permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.


Jadi sekali lagi saya katakan,produknya tidak salah, tapi manusianyalah yang terkadang tidak jujur dalam menjual produknya.

Tentu disini AXA Mandiri sebagai sebuah perusahaanlah yang harus lebih mengawasi para Financial Advisornya (FA), karena para FA ini adalah ujung tombak perusahaan yang langsung berkomunikasi dengan nasabah.


Para FA ini jugalah yang akan mereferensikan dan menjual produk dari AXA Mandiri.Kalau cara menjualnya tidak benar, maka nasabah tentu akan dirugikan.

Jadi apakah AXA Mandiri menipu nasabah? Saya pikir jawabannya adalah tidak.Tapi kalau ada nasabah yang merasa ditipu, AXA Mandiri sebagai perusahaan haruslah mengevaluasi proses penjualan produk mereka.Salahnya dimana sih?Saya pikir ini masih jadi pekerjaan rumah AXA Mandiri. 

Jika ada pertanyaan silahkan komen di kolom komentar channel youtube saya, saya akan jawab sebisa saya.Jangan lupa di subscribe ya





Baca Juga

Popular Posts

RECENT POST