Saldo AXA Mandiri Berkurang, Kok Bisa?



Hallo teman-teman, kenalkan nama saya Boris Toka Pelawi, dan saya adalah seorang financial advisor di AXA Mandiri.Senang rasanya karena kalian berkenan mampir untuk membaca artikel di blog ini.Dukung terus blog ini dan jangan lupa juga untuk subscribe channel youtube saya ya, agar saya semakin semangat memberikan informasi yang (semoga) bermanfaat untuk teman-teman sekalian.Nah pada tulisan kali ini saya ingin menceritakan kenapa saldo polis AXA Mandiri seorang nasabah bisa berkurang.Tonton juga video di bawah ini untuk tahu gaji seorang financial advisor di perusahaan asuransi



Oke, langsung masuk ke topik pembahasan.Ada banyak nasabah yang saya hadapi merasa bingung saat menutup polisnya kok saldonya jauh dari uang yang sudah disetorkannya.Misalnya, dia merasa rekeningnya sudah didebet setiap bulannya sejumlah lima ratus ribu rupiah.Dikalikan setahun nominalnya adalah enam juta.Lalu dia sudah menyisihkan selama enam tahun.Artinya lima ratus ribu dikali setahun adalah enam juta lalu enam juta dikali enam tahun adalah tiga puluh enam juta.


Namun saat dicek saldonya kok cuman ada dua puluh juta.Kok bisa sih? Nah banyak nasabah mengira, menyimpan uang di asuransi sama dengan menabung di bawah kasur.Banyak nasabah tidak teliti, saat kita membeli produk asuransi, katakanlah si penjual menyebut produk yang kita beli itu sebagai tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan.Yang namanya membeli asuransi, tentu ada benefit lain yang kita terima.Seperti Uang Pertanggungan (UP) misalnya.UP adalah dana tunai yang akan diterima keluarga, dalam hal ini bisa anak, orang tua, atau isteri, saat kita meninggal dunia.Kalau nabung biasa di rekening tentu tidak ada manfaat ini.Dan UP itu sudah tentu tidak gratis, ada biaya yang harus kita bayar.

Jadi katakanlah kita menyimpan lima ratus ribu perbulan di asuransi.Di tahun pertama bisa saja dipotong 70%, tahun ke dua 50%, begitu terus sampai tahun ke lima.Saya menjelaskan konsepnya saja, karena soal potongan ini bisa berubah sesuai dengan produk baru yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi. uang yang kalian setorkan selama lima tahun pertama ada potongan, nah di tahun ke enam dan seterusnya, barulah tak ada lagi potongan.Jadi bagaimana mungkin saldo kalian akan untung di tahun ke lima atau ke enam.Itu kenapa rata-rata nasabah merasa bingung kenapa saldonya tidak sesuai dengan yang diharapkan.Apalagi informasi yang diterima tadinya, nabung lima tahun sudah untung.

Asuransi, dalam hal ini asuransi unit link, yang adalah produk proteksi dan investasi pasti memiliki biaya.Kalau tidak ada biaya, atau pengakuisisian sebagian simpanan nasabah, dari mana uang untuk membayar UP saat terjadi resiko pada nasabah.Dari mana juga uang untuk menggaji karyawan kalau perusahaan tak memperoleh laba atau keuntungan.

Makanya ada istilah Break Even Point (BEP), yang artinya adalah  titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian.Sepengalaman saya jarang sekali di bawah sepuluh tahun nasabah sudah untung.Kecuali produk-produk tertentu dengan premi ratusan juta.Apalagi yang namanya saham dan reksa dana itu naik turun (fluktuatif).Jadi sudah barang tentu tidak bisa dipastikan nilai bulat rupiahnya

Hal lain yang membuat saldo terasa jauh dari yang sudah disetorkan adalah, si penjual menambahkan terlalu banyak rider atau manfaat tambahan.Misalnya manfaat tambahan perlindungan kecelakaan, kesehatan, cacat tetap total dll.Jadi bayangkan uang lima ratus ribu rupiah yang kita setorkan tiap bulan harus dibagi-bagi untuk setiap manfaat yang tercantum dalam polis asuransi yang kita beli.Gak ada yang gratis kawanku!

Itulah sedikit banyak penjelasan kenapa saldo produk asuransi yang kita beli bisa berkurang.Terimakasih sudah membaca blog ini, jika berkenan silahkan komen, share dan juga subscribe channel youtube saya ya kawan..

subs disini https://www.youtube.com/channel/UCFJk69nv3ihkMYX_XDU7ZqA?view_as=subscriber
Baca Juga

Comments

Popular Posts

RECENT POST