Pengalaman Dipanggil Kerja di BRI Life

Sial, sebenarnya saya tidak ingin menuliskan cerita ini.Tapi entahlah, menuliskannya saya anggap proses menghibur diri, walau saya tahu tak mungkin terjadi sepraktis itu.Semua berawal saat saya memutuskan untuk resign dari AXA Mandiri.Sedih sudah pasti iya, tapi saya sudah berusaha sebisa saya.Namun hasilnya tak pernah memuaskan saya.Kalau yang lain berhasil di AXA tapi saya tidak, maka artinya bukan salah siapa-siapa kalau saya gagal diperusahaan yang sudah saya huni sekitar dua tahun itu.Nantilah dilain kesempatan saya akan ceritakan komplitnya.

Resign modal nekat tanpa sepeserpun tabungan, rencana cadangan saya adalah keyakinan, bahwa saya akan segera bekerja lagi dalam waktu singkat.Kok? Ya karena saya dekat dengan beberapa atasan pada divisi lain yang saya dengar isunya membutuhkan tenaga tambahan.Maka saya menyerahkan surat pengunduran diri saya, bagian ini akan saya tulis dengan lebih detail nantinya.

Singkat cerita saya pun mulai bekerja pada divisi lain namun masih di lingkungan bank Mandiri.Seperti kebanyakan orang yang merasa pekerjaannya sekarang belum menjanjikan, pasti akan memasukkan lamaran kemana-mana, dengan cara yang murah dan mudah tentunya, melalui aplikasi Jobstreet.Saya apply lah lamaran saya dengan membabi buta pada aplikasi tersebut, gak ada ruginya cuman tinggal klik doang kok haha..

Kepanggillah saya di BRI Life di jl Buah Batu di Bandung, sebelahan sama Regional Office AXA Mandiri..karena kerja saya memang ke lapangan, maka pada hari itu saya datang ke BRI Life, bos saya tahunya ya saya kerja, padahal sedang melamar kerja hahaha asuu..Saya tiba jam 9-nan seingat saya, isi absen langsung cari kawan ngobrol wkkwkw..daripada jenuh bray..

Disebelah saya suara dengan logat khas terdengar, logat suku saya, gak salah nih pasti orang batak.Saya ajak kenalan, saya pastikan dia batak atau bukan, lalu dalam pembicaraan selanjutnya kami pun tak lagi menggunakan bahasa Indonesia hahaha.Namanya Maru Simamora.Sampai hari ini akhirnya kami menjadi teman.Dua pemuda batak di sebuah gedung tengah melamar kerja? Sudahlah, 99 persen pasti mengalami pahit manis getir kehidupan tanah rantau yang mirip-mirip.Itu yang membuat kami nyambung, ngobrol ngalor ngidul, asyik sendiri sampai dicap syokk asyik oleh orang-orang disekitar haha..Tapi pembicaraan itu memang asyik bagi kami, kenapa sih mereka berpikir itu sok asik? Ouhh guys..kami memiliki leluhur yang sama, kami memang baru kenal, tapi gen dan darah kami mungkin saling merindukan. Sebab gen dan darah kami hanya satu zat yang terpisah belah disebabkan penyebarab sperma serta kelahiran fisik..asikk haha..

Inti pengalaman dipanggil kerja di BRI Life ini gak menarik buat saya, biasa aja, karena saya sudah pernah mengalaminya ketika dipanggil di AXA Mandiri.Awalnya psikotes yang saya yakin hanya formalitas, lalu interview inilah sesi yang menentukan.Kami di interview jam 1, jadi kami dibagi beberapa kelompok, lalu dihadapan si penanya, yang saya yakin adalah Area Sales Managernya (ASM) kita disuruh menceritakan diri, pengalaman dll…standarlah..

Namun yang menarik justru sebelum semua itu terjadi, ketika di lantai atas kita semua bergerombol di meja, si Maru ini berbisik-bisik pada saya bahwa wanita yang duduk disebelah saya adalah orang batak.Tentu setelah wanita disebelah saya itu turun ke bawah.Dari hasil pengupingan saya dia ada interview di tempat lain.Saya sih ada sedikit filling kalau gadis disebelah saya itu orang batak, gen dan dan darah saya ngobrol kali ya dengan gen dan darahnya haha..Tapi sebenernya karena dia cantik jadi saya berharap dia orang batak wkwkwk.Sampai selesai jumatan dia tak muncul-muncul, sementara kawan saya si Maru terus membahasnya, nanti saya ajak kenalan katanya.Tapi tiba-tiba jam satuan dia muncul setelah namanya dipanggil dan orangnya tak muncul-muncul.Benerkan setelah mendengar namanya dia orang batak kata si Maru pada saya.Ternyata secara samar-samar si Maru ini pernah melihat gadis itu datang tes ke kantornya, tapi dia tak sempat tahu namanya.

Tapi naas, ketika terjadi pengelompokan si Maru beda dengan wanita itu, yang sama malah saya haha.Saya benar-benar jatuh hati pada pendengaran pertama pada dia.Memang cantik sih, tapi pengelihatan doang tak cukup membuat cinta jatuh dari mata ke hati, justru pendengaranlah, kuping saya fokus mendengar bagaimana dia mempresentasikan dirinya, tegas, lugas, berani dan pintar ahh..saya suka sekali dengan kepribadian gadis itu..Dewasa, itulah yang seluruh panca indra saya tangkap akan dirinya..Nama wanita itu..hmm.. kata Shakespeare,”Apalah arti sebuah nama, mawar akan tetap wangi mawar sekalipun namanya diganti Melati,”eh dia boru simbolon..Pariban saya..Pariban itu apa? Search aja sendiri di mbah Google..jangan manja! Wwkwk

Begitu keluar ruangan, saya langsung cegat dan minta no Wa nya.Dia ngasih, lalu kami ngobrol diparkiran, anaknya asyik banget.Malamnya saya mulai chat dia, moduslah bahas ini itu.Karena dia fresh graduate jadi saya banyak menjelaskan seputar dunia kerja.Singkat cerita hari sabtunya kami minum coklat bareng di Metro Indah Mall, di Jco.Saya langsung sampaikan ditengah pembicaraan kalau saya ada rasa tertarik sama dia.Tapi ya gak mungkin langsung pacarankan.Sejak saat itu kami intens chatingan dan beberapa kali lagi jalan bareng.Bahkan kadang dia dulu yang chat saya, nelepon sampai video call walau geje haha..Ini momen yang paling saya suka, udah lama banget saya merasa nggak dimiliki oleh seseorang wkwkw..Oleh karena itu kehadiran dia itu punya arti banyak buat saya…

Dia selalu bilang saya receh sehabis tertawa lepas, sumpah saya suka banget sama ketawanya.Ketawanya ituloh lepas banget, dia yang ketawa saya yang bahagia.Entahlah berapa lama tepatnya kami kayak gini saya gak hitung, saya akhirnya ngomong bagaimana kepastiannya, apakah dia mau jadi pacar saya atau enggak.Awalnya lewat chatingan dan teleponan, tapi dia gak jawab, enaknya pas ketemu.Tapi saya gak sabar karena dia mau jalan-jalan ke Karimun Jawa.Tapi okelah saya harus sabar.Akhirnya kami ketemu setelah seminggu dia pulang dari Karimun Jawa, sumpah saya kangen banget sama dia.Saya bukan bucin ya, budak cinta hahaa..saya tahu arti kata ini juga dari dia..

Akhirnya kami bertemu di hari sabtu, sebenarnya awalnya janjiannya jumat malam, saya mau ajak dia nonton makan dll.Namun batal, saya agak kesal, tapi harusnya saya enggak begitu karena dia ada kesibukan lain, maaf.

Tapi akhirnya sabtunya jadi, masih di Jco sambil minum coklat panas kami ngobrol, saya merasa dia ingin saya to the point , okelah saya katakan apapun yang bisa meyakinkan dia.Saya berjanji akan begini begitu karena saya jatuh pada dia dengan rasa yang serius.Tapi dia jawab ragu.Dari caranya bersikap sebenernya saya gak nyangka kalau dia akan menjawab ragu, kecewa pasti, tapi saya harus sportif.Saya terima keraguannya dan kita masih ngobrol sampai larut malam, sampai mall nya tutup haha.

Pas ngobrol dia masih tendang-tendang kaki saya, dan bahasa tubuh lainnya yang, wow..anda manis sekali dek..saya memanggilnya dek wkwk.Apalagi malam itu dia memakai rok ah anggun bangetlah pokoknya.Dia ragu karena beberapa sifat saya, saya sudah minta maaf dan berjanji akan memperbaikinya, tapi dia memang ragu.

Hmm saya punya pengalaman pahit dengan seseorang, kami dekat bertahun-tahun, waktu itu dia merasa ada yang kurang klik dengan saya, makanya dia minta waktu.Okey kami jalan bareng, chatingan dll..saya pikir apa yang saya lakukan bisa merubah sudut pandangnya bahwa tidak ada pribadi yang sempurna, yakan? Ternyata apapun yang saya lakukan kalau memang dasarnya si doi gak suka ya gak akan pernah suka.Saya sadari saya juga begitu.Karena saya menyukai kamu sebagai siapa, maka, apa yang kamu lakukan, itulah yang membuat saya semakin jatuh cinta.Bukan sebaliknya, karena kamu ngelakuin ini itu maka saya jadi suka.Saya mengakhiri hubungan dengan gadis itu, karena setelah saya coba-coba lagi memang dia tidak bisa menerima saya.

Sejak saat itu saya punya pemikiran, bahwa usahamu tidak akan membuat seseorang akan menyukaimu apalagi mencintaimu.Kalau dia mencintai saya karena apa yang saya lakukan, akan selalu ada orang yang mampu memberi lebih dengan segala sumber daya yang dia punya.Tentu saya berharap usaha saya bisa membuat dia suka, tapi faktanya tidak.Maka saat gadis yang saya temui di BRI Life itu berkata ragu, saya seperti de javu, dia ingin saya berusaha, saya katakan saya tidak pesimis, tapi pengalaman saya mempertontonkan bahwa semua usaha saya akan sia-sia saja.Keraguannya saya artikan bahwa dia memang tidak suka sama saya.Saya coba sederhanakan agar lebih jelas, walau saya harus kuat menerima realita yang ternganga.

Setelah malam itu, saya coba lebih perhatian, dan segala macamnya tapi saya merasa segalanya sudah berubah.Dia malah terasa semakin menjauh.De Javu, hahaha (ketawa ala joker, padahal sedih sebenernya wkwkwk).Saya selalu berusaha mengembalikan ingatan saya ke awal kami bertemu, saya selalu coba mencari pada titik mana saya membuat kesalahan sehingga semuanya jadi kacau.

Kemarin dia sudah pergi ke Jakarta karena dia diterima di BRI Life saya tidak.Biarin dah orang potensial kayak saya ditolak BRI Lifenya yang rugi hahaha.Setelah berbasa-basi nanya ini itu, ini adalah pesan terakhir yang saya kirim padanya.Saya mengeruknya (ceilah gayamu haha) dari bagian paling dalam hati saya, saya bilang padanya, iya kau W simbolon…

“Ouh, iya aku kangen sifatmu yang random aja si dek.Kayak tiba2 ngechat ‘abang” tiba-tiba nelp, bahkan sampe video call gak jelas.Tapi sejak aku bikin kau kesal sama setelah ketemu kemaren aku kayak ngerasa beda aja.Salahku jg sih.”

“Btw, banyak sih kesalahan sm kegagalan aku di masa lalu, cuman aku sempat mikir kalo semua itu akhirnya bikin aku ketemu, kenal dan dapetin kau, kayaknya semua jadi logis dan jadi indah aja gt.Karena seolah-olah, ngedapetin kau itu kayak satu keberhasilan yang menutupi semua kegagalan sama kesalahan aku di masa lalu.Dan itu bikin aku gak pernah nyesal buat apapun yang pernah aku jalanin selama hidup.Dgn kata lain tadinya aku ngarep kau bisa jadi salah satu harta paling berharga buat aku dek..”

Jijik gak sih hahaha..gak lah…saya gak pernah nulis yang beginian, tapi kali ini rasanya indah sekaligus sakit buat ditumpuk sendiri, jadi..ya begitulah..jangan alay kau Bor! Ahsiapp! Jujur dulu mantan saya pernah cerita kalau saya menikah dengan pariban saya, dan mamak saya juga selalu pengen saya punya pasangan boru simbolon, kadang saya suka menduga-duga sambil mengaminkan semoga wanita yang saya kenal di BRI Life itu adalah jawabannya.Mamak saya boleh punya harapan, mantan saya boleh bermimpi, saya gak masalah dengan kedua hal tersebut, tapi saya gak mau memberhalakan kedua hal itu.

Saya berharap gadis yang saya kenal itu bisa lolos di BRI Life lalu mendapatkan pekerjaan impiannya: duduk di kursi yang empuk, punya ruangan pribadi yang luas, ongkang-ongkang kaki, main instagram tapi isi rekeningnya nambah terus..Saya selalu mendoakan kesuksesanmu, sampai ada orang lain yang harus saya doakan, atau minimal sampai saya males ngedoain kau dek..

Btw si Maru, kawan saya yang ngeceng cewek yang saya ceritain ini gak tahu loh kalau saya udah sampai sejauh ini sama cewek yang dia lirik pas nunggu interview di BRI Life haha..beberapa kali dia menanyakan kenapa saya gak minta no WA nya..jujur sekarangpun saya sudah tidak punya no WA nya, karena saya secara sadar tanpa dibawah pengaruh alkohol dan narkoba sudah menghapusnya...hahaha..

Baca Juga

Comments

Popular Posts

RECENT POST